Follow by Email

Senin, 28 November 2011

Kecerdasan Spiritual Bunda

Sangat benar sekali pepatah yang mengatakan bahwa wanita adalah TIANG AGAMA. Dalam lingkup keluarga pepatah tersebut bisa disederhanakan menjadi WANITA ADLAH TIANG KELUARGA. Karena ternyata Bunda memegang peranan yang sangat sentral dalam keluarga. Peran ini bukan sebagai pemimpin keluarga, namun lebih ke peran kepribadian yang membuat diri Bunda menjadi tokoh sentral yang akhirnya mempengaruhi seluruh anggota keluarga, khususnya dalam bidang spiritual dan mental kepribadian. Seperti apa kepribadian Bunda, itu yang akan mewarnai kepribadian keluarga. Setinggi apa kecerdasan spiritual Bunda akan banyak mempengaruhi pula nuansa spiritual yang terbangun dalam keluarga.
Kecerdasan Spiritual Bunda yang tinggi:
1.  Sikap Sabar. 
    Kesabaran menghadapi berbagai efek negatif yang harus dihadapi dalam kehidupan. Jika Bunda dapat menunjukkan sikap sabar, ini akan menjadi contoh terbaik bagi anggota keluarga lain untuk turut mempertinggi kecerdasan spiritualnya.
2. Sikap Tawakal. Setelah didahului dengan usaha yang semaksimal mungkin.
  Kepandaian Bunda mengaitkan segala sesuatu permasalahan dengan spiritual, menjadikan pendidikan spiritual terasa mengalir dengan nyaman, tanpa membebani dan memaksa. Contoh nyata adalah ketika Bunda akan berbicara kematian ketika ada yang berulang tahun; Bunda akan berbicara tentang pentingnya menolong orang lain saat pengemis buta mendatangi kaca jendela mobil; Dan Bunda akan bercerita tentang pahala Allah kepada orang-orang yang suka bekerja keras, ketika melewati sekelompok buruh jalanan memperbaiki jalan di bawah panas teriknya matahari.
3. Sikap Optimis. 
    Dalam islam terdapat perintah untuk senantiasa menjaga optimisme dan kepercayaan baik kepada Allah Sang Maha Penguasa. Karena Allah akan memperlakukan hambaNya sesuai dengan prasangka hamba tersebut kepadaNya. Jika sang hamba berprasangka baik, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya. Jika hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka Allah pun akan menurunkan keburukan kepadanya. Maka dengan hal ini harus membuat Bunda senantiasa berpikir optimis walau seburuk apapun persoalan yang dihadapinya.
4. Yakin akan Takdir yang diberikan Sang pencipta pada manusia adalah curahan kasih sayangNya. Kalaupun takdir buruk yang harus dihadapinya, Bunda selanjutnya yakin akan janji dari Allah yang akan meningkatakn kualitas keimanan kepada mereka yang mau bersabar menghadapi cobaan. Allah juga akan berjanji memberikan ampunan atas dosa-dosanya. Dan yang harus diyakini pada Bunda dalam keoptimisannya adalah bahwa dibalik kesulitan pasti tersimpan kemudahan. Surat Al-Insyirah ayat 6-7 "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan"
Ref: Bunda Manajer Keluarga
    

2 komentar:

  1. Yeeyy....ketularan....congrotulation, membagi ilmu ji...

    BalasHapus
  2. Nilaaam: yeeyyy....tdnya bloggg pertama eyke....tp yg pertama ga dimodifikasi...jadi entahlah ilang ga ada juntrungan....nah sekarang kita bisa bertukar ilmu bukan...tulisan neng nilamm...mantaaabsss....

    BalasHapus